Translation 3 : Lingkungan

Tuesday, January 20, 2015

Open University Indonesia - Kuala Lumpur

Bahasa Sumber 


Saving a rainforest after the flood.


Bukit Lawang — the “gateway to the hills” — is the last stop along North Sumatra’s winding Bohorok River before the rainforest begins.


The mind-set of people here is notably different from those in other parts of the province that have been cleared for oil-palm cultivation.

Flanked by plantations, residents of the town, situated some 70 kilometers from Medan, are preserving their patch of rainforest through ecotourism centered on the area’s orangutans.

 
Gunung Leuser National Park (TNGL) was founded in 1980 and named a UNESCO Biosphere Reserve in 1981.


This park, home to some of Sumatra’s 6,600 remaining orangutans, is part of the Leuser Ecosystem that straddles Aceh and North Sumatra.

It is the only place in the world where critically endangered Sumatran orangutans, tigers, elephants and rhinoceros still live together.


“About 30 percent of the Sumatran [orangutan] population lives inside the TNGL and the remaining majority of the population lives in lowland forests of the Leuser Ecosystem,” says the Medan-based Orangutan Information Center’s (OIC) founding director, Panut Hadisiswoyo.(…)


Terjemahan 

Menyelamatkan Hutan Hujan Pasca Banjir.

Bukit Lawang – Pintu gerbang menuju perbukitan – adalah tempat pemberhentian terakhir sepanjang sungai Bahorok Sumatra Utara sebelum meneju hutan hujan. 

Pola pikir masyarakat disini berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah propinsi yang telah dibesiapkan untuk budidaya kelapa sawit. 

Diapit oleh perkebunan, pemukiman penduduk, berjarak sekitar 70km dari Medan, yang menjaga bagian orang hutan dihutan hujan memalui ekowisata.

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) didirikan pada tahun 1980 dan dinamai UNESCO Biosphere Reserve pada tahun 1981. 

Taman ini merupakan rumah bagi 6.600 orangutan yang tersisa di Sumatra, juga merupakan bagian dari Ekosistem Leuser yang mencakup kawasan Aceh dan Sumatera Utara.

Ini adalah satu satunya tempat di dunia dimana spesies yang hampir punah seperti orang hutan, harimau, gajah dan badak masih bisa hidup bersama.

“Sekitar 30 persen dari pengghuni Sumatra (orang hutan) tinggal didalam TNGL dan beberapa ppopilasi lainya hidup di hutan rawa bagian dari ekosistem Lauser” tutur pendiri Orangutan Information Center’s (OIC) Medan, Panut Hadisiswoyo. (...)


With love :)
Emawati
Mahasiswi Sastra Inggris  
Universitas Terbuka Kuala Lumpur 

You Might Also Like

0 komentar

Communities

Blogger Perempuan